Penerima Beasiswa Kamajaya : Nella

NAMA

NELLA

FOTO

TANGGAL LAHIR

18 Mei 1998

KOTA ASAL

Tapanuli Utara

STUDI

Fakultas Teknobiologi UAJY Prodi Teknobiologi semester 3 (Oktober 2018)

MENGABDIKAN DIRI UNTUK MELAYANI TUHAN DAN SESAMA

Nama saya Nella, Nella adalah nama panjang sekaligus nama pendek saya. Saya adalah anak kedua dari empat bersaudara. Kakak saya memiliki umur selisih 3 tahun dengan saya dan saat ini sedang kuliah sambil bekerja (hampir selesai). Adik di bawah saya duduk di bangku SMA kelas 3 saat ini. Sedangkan adik paling bungsu, masih duduk di bangku SMP kelas 1.

Saya adalah anak dari Bapak Daslan Lumbantoruan dan Ibu Betty Purba. Saya dan ketiga saudara saya lahir di Batam, sebelum kami pindah dari Batam ke kampung halaman di Tapanuli Utara. Bapak adalah pekerja buruh dan ibu pedagang makanan di pasar pagi. Kerja keras dan pengorbanan Bapak dan Ibulah yang mampu menyekolahkan kami di kota Batam yang keras dan penuh cerita. Saat di Batam dulu, hal yang saya rindukan adalah memiliki rumah sendiri, karena selama saya hidup di Batam, Bapak dan Ibu membawa saya dan ketiga saudara saya berpindah-pindah rumah kontrakan. Dari kontrakan yang sempit, kontrakan yang disewakan keluarga jauh Bapak saya (saat itu mereka memperlakukan kami seenaknya), hingga kontrakan yang bisa dibilang itu sangat mirip dengan kamar kost-kost-an.

Hingga akhirnya, kehidupan di kota Batam semakin keras dan keadaan ekonomi keluarga kami semakin memburuk. Bapak tidak lagi bekerja. Saat saya naik kelas ke kelas 3 SMP, Bapak dan Ibu memutuskan untuk pindah ke kampung halaman. Tetapi abang saya tidak ikut pindah karena dia harus menyelesaikan sekolahnya yang hampir lulus sehingga dia dititipkan di rumah saudara dekat dari Bapak saya. Singkat cerita, kami memulai kehidupan baru di kampung halaman, Bapak dan Ibu meminjam lahan orang kemudian memulai untuk menanam sayur-sayuran, terkadang ibu bekerja di lahan orang kemudian ibu dibayar, dan kami bersekolah di kampung. Ada banyak perbedaan kehidupan di kampung dengan di kota. Saat di kota, akan terlihat yang mana anak orang kaya dan orang biasa saja. Sedangkan di kampung, anak seorang camat ataupun anak seorang pejabat sekalipun, dia akan terlihat sama dengan anak petani lainnya. Kesetaraan itu membuat saya lebih nyaman tinggal di kampung. Hingga saya lulus SMA, banyak kejuaraan yang saya dapatkan, dari kejuaraan kelas di bidang akademik, kejuaraan olahraga duta sekolah di bidang tenis meja se-kabupaten, hingga duta sekolah di Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Saat lulus dari Sekolah Menengah Atas, keinginan saya yang sangat tinggi untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi harus saya simpan rapat-rapat mengingat orangtua yang tidak memiliki uang untuk membiayai saya kuliah. Jangankan untuk kuliah, bisa makan saja di kampung dan adik-adik saya bisa sekolah itu saja, sudah sangat bersyukur kepada Tuhan. Akhirnya saya memutuskan untuk bekerja dan merantau ke Kota Batam. Di Batam saya bekerja menjadi seorang waitress, pekerjaan pertama saya yang dibayar secara harian. Kemudian pekerjaan saya yang kedua adalah menjadi seorang sales dan kemudian diangkat menjadi kasir di Matahari Department Store. Saya belajar banyak dari pekerjaan yang saya lakukan kala itu, dari menyemangati diri sendiri, terus berjuang dan melanjutkan apa yang menjadi impian diri sendiri. Akhirnya setelah terhitung kurang lebih 6-7 bulan bekerja di Matahari Department Store, saya memutuskan untuk berhenti dan mengejar impian saya, yaitu kuliah di universitas.

Saya mendaftar satu-satunya universitas yang saya rasa universitas tersebut sangat bagus untuk saya menimba ilmu, yaitu Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Puji Tuhan, Tuhan mengizinkan saya untuk menjadi mahasiswi UAJY. Saya diterima di Fakultas Teknobiologi pada tahun 2017.

Hari di mana saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di UAJY saya merasa terharu dan bahagia, jalan Tuhan yang tak terselami membawa saya ke kota yang belum pernah saya kunjungi dan bahkan tak seorang pun saya kenal di kota tersebut. Saya mengenal banyak teman seiring berjalannya waktu. Mereka telah menjadi saudara bagi saya. Saling membantu dalam kesulitan yang kami hadapi pada mata kuliah tertentu, saya dan teman saya berdiskusi setelah sesi tersebut.

Foto diambil saat diskusi Biologi Molekuler di luar ruangan setelah sesi mata kuliah tersebut selesai (2018).

Kegiatan saya di kampus adalah pelayanan rohani. Saya mengikuti komunitas kerohanian yang biasanya disebut PMK Oikumene. Saya merasa berada di rumah saat berkumpul dengan saudara seiman dan sharing atas kebaikan Tuhan di dalam hidup kita. Saya bersyukur, jika dulu saya tidak mengenal siapapun di Yogyakarta, namun seiring berjalannya waktu Tuhan mempertemukan saya dengan orang-orang yang luar biasa.

Kegiatan saya yang terakhir di luar kampus adalah pelayanan di Gereja Keluarga Allah. Saya melayani di gereja setiap hari Minggu, didorong dari penghayatan atas kebaikan Tuhan hingga saat ini, saya mengabdikan diri saya untuk melayani Tuhan dan sesama. Pelayanan ini membuat saya lebih dewasa dan belajar banyak dari Bapak dan Ibu yang lebih tua dari saya di dalam pelayanan tersebut. Saya bertambah bahagia dengan kebaikan Tuhan yang memberi kesempatan saya untuk menerima beasiswa KAMAJAYA. Kiranya dengan beasiswa KAMAJAYA, saya dapat menyelesaikan kuliah di UAJY tanpa memberatkan orangtua dan kelak mendapatkan pekerjaan yang baik.

No Comments

Post A Comment